Home » KABAR SANTRI » Rawat Tradisi Pesantren, Garda Bangsa Sumsel Gelar MKK

Rawat Tradisi Pesantren, Garda Bangsa Sumsel Gelar MKK

PROFIL KETUA YAYASAN

yayan

Follow me on Twitter

March 2017
M T W T F S S
     
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

PALEMBANG I KABARSANTRI — Garda Bangsa Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar penyisihan Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) tingkat Kabupaten/Kota Zona V (lima) Prabumulih, Ogan Ilir, dan Penukal Abab Lematang Ilir (Pali).

Acara tersebut digelar di lapangan Bakaran Kota Prabumulih dan dihadiri langsung oleh Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumsel, H Ramlan Holdan.

“Dengan kegiatan ini, tradisi pesantren dapat terjaga, para santri perlu melestarikan kitab kuning warisan ulama ini,” ujar Ramlan saat membuka secara resmi kegiatan tersebut di lokasi, Sabtu 18 Maret 2017.

Ketua DPW PKB Sumsel, H Ramlan Holdan bersama sejumlah anggota DPRD Kabupaten/Kota di Sumsel dan peserta Musabaqoh Kitab Kuning PKB

Kegiatan MKK ini merupakan acara tahunan Partai Kebangkitan Bangsa yang diinisiasi oleh DKN Garda Bangsa (Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa) PKB yang pelaksanaan tahun ini adalah kali kedua.

Sebanyak 50 Santri putra dan putri dari Kabupaten Kota Prabumulih, Pali dan Ogan Ilir unjuk gigi merebut tiket semifinal mewakili Zona V yang nantinya akan bertanding ditingkat Provinsi. Adapun kategori yang dilombakan yakni kategori lomba Fathul Qorib dan Imrithi ini.

Dalam kesempatan itu, turut hadir sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PKB dari sejumlah Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan.

Adi Susanto, anggota FPKB Kota Prabumulih sekaligus ketua pelaksana MKK Zona V mengatakan, lomba kitab kuning ini merupakan agenda tahunan dan bentuk dari perhatian PKB untuk menjaga khasanah keilmuan di pondok pesantren.

Ia menjelaskan, para pemenang MKK pada babak penyisihan ini nanti berhak mengikuti babak Semifinal di tingkat Zona Provinsi tanggal 19-21 Mei, kemudian pemenang di tingkat zona berhak mengikuti babak final di Jakarta yang akan diselenggarakan pada tanggal 23-24 Mei 2017 mendatang.

“Kitab Kuning ini penting, karena semua probelmatika kehidupan masyarakat ada dalam kitab kuning, hanya saja kitab kuning ini baru sebatas dipelajari dikalangan pesantren saja jadi syiarnya belum banyak diketahui masyarakat umum,” ungkap Adi.

TEKS/FOTO : RADARBANGSA.COM/Ansori

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: